Minggu, 30 September 2018

pengalaman hijaber


Godaan Mengenakan Hijab Syar'i: Untuk Kamu yang Baru Memakai Hijab Syar'i

Bismillah..
Assalamualaikum..
Alhamdulillah saya punya kesempatan lagi untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan teman-teman. Setelah kemarin saya menulis tentang pro dan kontra hijab syar'i, sekarang saya ingin berbagi pengalaman saya tentang godaan-godaan yang saya alami setelah memakai hijab syar'i.
Memang, setan tak akan pernah berhenti menggoda umat manusia untuk melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Bahkan kepada wanita yang telah berhijab syar'i sekalipun takkan luput dari hasutan setan. Hal ini saya rasakan sendiri dan saya saksikan sendiri terjadi kepada orang-orang di sekitar saya.
1. Tabarruj
Tabarruj adalah mempertontonkan atau menunjukkan perhiasan secara sengaja untuk menarik perhatian atau kekaguman kaum adam dalam aspek syahwat. Perhiasan yang dimaksud bukan hanya emas atau perak tapi bisa berupa pakaian atau riasan wajah. Pakaian dengan motif yang terlalu mencolok, model khimar yang terlalu berlebih-lebihan, riasan wajah yang terlalu tebal, sepatu dengan bunyi yang keras sehingga menarik perhatian orang di sekitar ketika dihentakkan, dsb.
Realitanya saat ini, model pakaian hijab syar'i sangat beragam. Berawal dari keinginan agar wanita dengan hijab syar'i terlihat lebih modis sehingga banyak bermunculan corak dan model yang tidak monoton. Sebenarnya tidak ada larangan bagi wanita dalam Islam untuk memakai pakaian bercorak atau berwarna dan tidak ada larangan bagi wanita untuk merias wajah, selama selama hal-hal tersebut TIDAK BERLEBIHAN.
Namun, saat ini saya banyak melihat wanita yang berhijab syar'i tapi justru jadi pusat perhatian karena corak gamisnya yang terlalu mencolok, model khimarnya yang terlalu berlebihan, dandanan yang terlalu menor, sepatu yang terlalu tinggi sehingga ketika dia berjalan terdengar suara kakinya. Sungguh disayangkan, bukankah tujuan kita berhijab syar'i agar terhindar dari perhatian dan godaan lelaki? Bukankah seharusnya kita menyederhanakan pakaian kita?
2. Hijab Syar'i = TREND
Seperti yang saya jelaskan di atas, bahwa saat ini bermunculan model hijab syar'i yang sangat beragam. Hal itu membuat seolah-olah hijab syar'i adalah sebuah tren mode yang baru. Padahal pada hakikatnya hijab syar'i adalah kewajiban bagi wanita muslim yang sudah baligh. Mereka yang mengenakan hijab syar'i karena tren cenderung tidak ingin ketinggalan jaman dan harus tetap modis walaupun auratnya tertutup.
Jika kita ambil hikmahnya, tren hijab syar'i memang baik, karena tidak bisa dipungkuri hal itu membuat lebih banyak wanita muslim yang menutup auratnya sesuai syariat Islam. Alhamdulillah.. Hanya tinggal niatnya saja yang berbeda.
Mudah-mudahan wanita yang menggunakan hijab syar'i karena tren bisa terus istiqomah dan meluruskan niat berhijab syar'i semata-mata karena Allah.
3. Boros
Memutuskan berhijab syar'i padahal dari awalnya memakai hijab tidak sesuai syariat atau awalnya tidak memakai hijab sama sekali memang mengubah cara berpakaian kita 180°. Tak dipungkiri hal ini juga membuat saya terpancing untuk terus membeli gamis syar'i secara berlebihan. Astagfirullah.. Padahal Allah sangat membenci perilaku boros atau berlebih-lebihan.
Alhamdulillah, saya diingatkan oleh suami dan ayah saya agar tidak belanja secara berlebih-lebihan meskipun belanja baju syar'i. Akhirnya sekarang saya menerapkan cara belanja yang diusulkan oleh suami dan ayah saya, dan semoga cara ini bisa menginspirasi teman-teman. 
● Ketika memutuskan membeli pakaian baru, pastikan ada pakaian lama yang keluar dari lemari. Pakaian lama yang masih layak pakai bisa diberikan kepada saudara atau orang lain yang membutuhkan. Sehingga tidak terjadi penumpukkan dilemari. 
● Belanjalah dengan bijak. Apa yang sedang kita butuhkan saat ini maka belillah sesuai dengan kemampuan finansial kita. Jangan beli apa yang kita mau tapi apa yang kita butuh. Karena ketika kita hanya mengikuti keinginan saja, maka besar kemungkinan kita akan terdorong hawa nafsu. 
● Ingatlah bahwa yang terpenting adalah pakaian takwa. Bukan seberapa banyak gamis atau semodis apa gamis yang kita punya, tapi seberapa besar keimanan kita kepada Sang Pencipta.
Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman saya di atas bisa bermanfaat untuk kita semua. Aamiin

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    © puisi | Blogger Template by Enny Law